 | Cerita seorang aki untuk cucunya | Nov 2, 2006 |
Blog ini ditulis seorang aki untuk cucunya. Cerita macam-macam yang mungkin bisa cucunda baca kelak, seandainya aki sudah tiada......., but Adia and Einar my dear lovely grandson, the love for you all, grandma, daddy and mommy ........... will never ended till death apart us Adia sayang; Dongeng tentang kawasan konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi aki posting di tiga tempat. Di review, foto dan blog. Rasanya aki punya beban moral. Pertama program ini merupakan program kemitraan antara WANADRI dan BBKSDA (Balai Besar Konservasi Sumber daya Alam) Jawa Barat, kedua program konservasi merupakan salah satu tugas dan fungsi LIPI (walau kini aki sudah pensiun, tapi aki suka program ini) yg erat kaitannya dengan lingkungan dan perubahan iklim, ketiga aki kan juga tinggal di Jawa Barat/Bandung sedangkan kawasan TBMK termasuk kab Bandung, kab Sumedang dan kab Garut, ya paling tidak ada konstribusi dikit deh; keempat pengelola dan pelaksana program ini adik Aki (aki Harhar), gimanapun juga kan aki wajib membantunya. Dalam brosur yang dibagikan (ntar aki scan deh) antara lain disebutkan; Pohon yg diadopsi akan tercatat atan nama orang tua asuhnya diindentifikasi dengan nomor dalam data base yg dilengkapi peta lokasi tempat tumbuhnya. Para orang tua asuh akan menerima sertifikat untuk setiap pohon yang menjadi anaknya. Bagi mereka yang mau dan punya waktu bisa datang ke kawasan konservasi untuk menanam sendiri pohonnya. Bagi yang belum sempat TBMK akan membantu segala sesuatunya. Selain setiap saat bisa dikunjungi langsung ke kawasan konservasi untuk memonitor pohonnya sambil berwisata, para orang tua asuh dapat mengikuti pertumbuhan pohonnya melalui mebsite TBMK di www.wanadri.org Di brosur juga, ada formulir isian untuk menjadi orang tua asuh, aki kutipkan siapa tahu ada yg tertarik. FORMULIR PROGRAM MENGADOPSI POHON KONSERVASI GUNUNG MASIGIT KAREUMBI Saya tertarik dan ingin serta dalam program mengadopsi pohon di Kawasan Konservasi Gunung Masigit Kareumbi. Nama : ................................................................................................................. Alamat : ................................................................................................................ ................................................................................................................ .. ............................................................................................................. Telepon : ................................................................................................................ email : ............................................................................................................... Jumlah pohon yang akan saya adopsi : ................................ (....................................) Jenis pohon a.l: -
Manglid (Manglieta glauca) : ................. pohon -
Sobsi (Maesopsis eminii) : ................. pohon -
Puspa (Schima wallichii : ................. pohon -
Salam (Syzygium polyanthum) : ................. pohon -
Rasamala (Altingia exelsa) : ................. pohon -
Suren (Toona sureni) : ................. pohon Nama yang diinginkan tercatat sebagai pengadopsi: -
............................................................................................... -
............................................................................................... -
............................................................................................... -
............................................................................................... -
............................................................................................... -
............................................................................................... (mohon dilampirkan pada halaman lain bila kurang) TTD (..............................................................................) Formulir bisa diserahkan saat di Kawasan Konservasi atau kesalah satu alamat pengelola beserta copy tanda transfer ke Rekening Bank Mandiri KPC Martadinata Bandung AC bi: 131 000 639 152 0 a/n: Soleh Soedrajat (kalau 'nggak salah kang Soleh Soedrajat ini anggota Wanadri yang terbang solo dari Sabang sampai Merouke, dengan pesawat ultra ringan -trike-) Demikianlah kaka Adia dongeng aki kali ini. Aki dan Adia menghimbau agar teman-teman dimanapun juga berada (khusus MPers) bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Terima kasih. Aki |  | Adia sayang;
Ini hanya poto-poto tambahan untuk tulisan aki di "review" tentang Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit-Kareumbi. Bangunan yang ada adalah sisi bangunan yang dibuat oleh "sebuah perusahaan" yang pernah mengelola TBMK pada sekitar tahun 1970-an (?). Tetapi sayang perusahaan tersebut "menyimpang" dari maksud dan tujuan yang ingin dicapai oleh TBMK. Diperparah pada awal "reformasi" dengan pernyataan pimpinan pemerintah yang disalah tafsirkan tentang "hutan untuk rakyat". Dijarahlah kayu-kayu hutan dari TBMK ! Rusa sambarnya pada kabur, hilang dan mungkin juga diburu semena-mena. Bubar dan gagalah niat baik itu !. Pelan-pelan Wanadri dan BBKSDA ingin mengembalikan kawasan konservasi ini bangkit dan mendapat dukungan dari masayarakat. Tidak mudah, tapi kita harus terus berusaha dan sungguh-sungguh ! Masih banyak tunas muda Wanadri dan elemen msyarakat lain yang idealis. Mungkin yang tua-tua kaya aki dan teman-teman seangkatan hanya bisa mendorong, membimbing dan mengarahkan saja. Termasuk kaka Adia. Sebagian bangunan, sedikit demi sedikit direnovasi oleh tim kemitraan (khususnya Wanadri dan Manajemen Pengelola Kawasan Koperasi Wanadri) seperti mesjid, tampat pelatihan dan nginap, kamar mandi dan wudhu.
Itulah sebagian poto yang aki sampaikan buat kaka Adia lihat-lihat. Kan hutan kita masih bagus ? Nggak kalah dengan yang di Tasmania kita pernah lihat. Memang sarana infra struktur dan fasilitas kita masih kurang. Mudah-mudahan angkatan baba/bibi dan mungkin angkatannya kaka Adia yang kelak menyempurnakannya. Setuju ?
Aki |
 Adia sayang; Tanggal 28 November 2008, aki diundang datang oleh Wanadri (lewat aki Harhar) untuk hadir dalam acara penanaman pohon dalam acara "Program mengadopsi pohon di Kawasan Konservasi Gunung Masigit-Kareumbi. Kawasan ini seluas sekitar 12.000 ha. Letak ditiga kabupaten. Kab Bandung, kab Garut dan kab Sumedang. Bisa ditempuh dari kota Bandung, menuju arah kawasan wisata Curug Sinulang (daerah Cicalengka) melalui jalan kabupaten yg sudah diaspal cukup baik. Tapi agak sempit dan melewati perkampungan dan kebun masyarakat (khususnya sayuran) dengan topografi yang relatif terjal. Mestinya tidak ditanami. Resiko longsor (dlm musim hujan), tererosinya tanah penutup dan unsur hara, serta mengakibatnya sedimentasi yang tinggi dianak-anak sungai. Waktu aki kesanapun, ada beberapa bagian jalan yang terkena longsor.
Program ini dilaksanakan di sebagian kawasan konservasi yang dinamakan Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK) oleh Managemen Pengelolaan TBMK yg merupakan program kemitraan antara Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat dengan Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung, Wanadri.
Program konservasi adopsi pohon di TBMK menewarkan kepada seluruh masyarakat untuk berperan aktif sebagai "orang tua asuh" bagi bibit pohon yg akan ditanam di kawasan konservasi.Dana pemeliharaan "anak asuh" selama 5 tahun, adalah Rp.50.000.- per bibit pohon. Jangka 5 tahun tiap pohon akan dipelihara secara intensif,pada waktu tersebut bibit tanaman dianggap sudah cukup kuat dan aman untuk pertumbuhannya. Selanjutnya pohon-pohon yg ada di kawasan konservasi akan dilindungi secara hukum sehingga pohon tersebut bisa tumbuh sampai akhir hayatnya secara alami.
Pohon yg diadopsi akan tercatat atan nama orang tua asuh (bisa atas nama suami/istri, anak/menantu atau cucu-cucu). Program adopsi ini juga terbuka bagi kelompok masyarakat, organisasi ataupun lembaga usaha. Bagi mereka yg mengadopsi lebih dari 100 pohon, maka blok area tempat penanamanya bisa disebut atas nama orgaanisasi atau lembaganya.
Untuk sementara, beberpa jenis pohon telah tersedia, a.l; Manglid (Manglieta galuca), Sobsi (Maesopsis eminii), Puspa (Schima wallichii), Salam (Syzzygium polyanthum), Rasamala (Altingia exelsa) dan Suren (Toona sureni).
Kaka Adia; Aki pesan 20 bibit pohon, yg kelak atas nama aki, oma, baba, bibu, Adia dan "adiknya Adia". Waktu aki kesana bareng pak Pendi. Disana ketemu sama aki Harhar, mang Cici, mang Utek sama teman-teman aki dari Wanadri. Yang lainnya teman-teman dari BBKSDA Jawa Barat, TBMK, perwakilan dari Menegpora (Deputi dan asdep-nya). Pokoknya rame deh, ka. Aki juga ketemu "tante" Kenih (salah seorang blogger mp); yg juga nulis mengenai TBMK ini.
Menurut aki, ini program yang bagus sekali. Tinggal kita mensosialisasikan dan melaksanakannya dengan cepat, benar, dan sungguh-sungguh. Aki juga diajak aki Harhar, melihat satu kampung yang akan dijadikan sebagai "home stay" bagi mereka yang ingin meneliti, berwisata, mempelajari alam, atau mau trekking samap Sumedang atau Garut; dll. . Cukup nyaman dan bersih. Mungkin kelak seperti "home stay" yg ada di Taman Nasional Halimun. Hutannya dan tanaman hutannya cukup bagus dan sangat menarik, demikian juga segi-segi lainnya. Sebenernya, untuk sampai ke TBMK bisa ditempuh dengan sepeda (untuk teman-teman pencinta/penggemar bersepeda), naik motor (untuk para bikers), kendaraan roda empat, jalan kaki ataupun naik ojeg. Terserahlah.
Oke ya, Adia. Ini aki promosi atas nama Wanadri. MARILAH KITA DUKUNG PROGRAM ORANG TUA ASUH DENGAN MENANAM POHON DI KAWASAN KONSERVASI TAMAN BURU MASIGIT-KAREUMBI SAMBIL BERWISATA ALAM !"
Aki  Adia sayang;
Ini lagi lama yang ada di koleksi aki. Mungkin sekitar tahun 1970-1980-an. Lupa lagi deh. Dua lagu aki kirimkan buat kaka Adia, baba dan bibu dan juga buat mereka yang suka. Mungkin suka, mungkin juga 'nggak kan. Lagu Feelings, dinyanyikan oleh Morris Albert (?) dan satu lagi judulnya Hello Darlin', penyanyinya nggak tahu. Buat aki, lagu disebut lama atau baru hanya istilah saja. Aki senang kalau irama, nada dan lagunya enak buat didengar, untuk suatu waktu tertentu. Kaya sekarang lagi hujan, ......
Aki | FEELINGS - MORRIS ALBERT | | | | | | | HELLO DARLIN' | | | | | |
 Foto ketika sekop Phoenix Lander mengambil contoh tanah Mars. Yang warnanya agak terang/putih, katanya mungkin es atau endapan garam (sumber web NASA) Adia sayang; Banyak sebenarnya yang aki ingin ceritakan tentang misi pendaratan probe Phoenix di planet Mars. Setelah membaca berbagai laporan khususnya dari Webnya NASA http://www.nasa.gov dan beberapa media online seperti bbc, afp, de telegraph, dll sangat menarik. Walau banyak berita yg dilengkapi foto, video tentang peluncuran dan pemasangan lab ruang angkasa Kibo (bikinan Jepang), space walk, dll. cukup menarik. Walau, diawal penelitian planet Mars telah banyak ditafsirkan bahwa kemungkinan di sana ada es atau air dibawah permukaannya. Bahwa atmosfer Mars lebih dari 93% terdiri gas carbon monoksida (? atau dioksida ya), dan kurang dari 1% oksida (O2). Rasa kagum atas pencapaian teknologi umat manusia, rasa penasaran, dll; menyebabkan aki terus mengikuti hasil perkembangan misi ini.  Kalau ada air atau es ditemukan. Macam apa bentuknya ? Mestinya kan pasti lain dengan anggapan/persepsi seperti es/air yang kita kenal di bumi. 'Kali kaya "dry ice" saja (kan di Mars banyak CO-nya), bukan kaya es batu atau eskrim. Atau hanya kesamaan senyawa dan struktur molekuler/atomynya saja? Aki 'nggak tahulah. Tunggu saja hasil analisanya. Walaupun beberapa hari yang lalu ada beberapa gangguan di lengan robot untuk menyekop/mengali tanah Mars; tetapi pada hari ke-11 sudah bisa ngambil contoh tanah. Aki bayangkan, dengan jarak sekitar 300 juta kilometer, operator di NASA memberikan perintah Foto lokasi tempat menyekop tanah Mars (sumber web NASA) melalui gelombang radio kepada probe pendarat Phgoenix di Mars. Rentangkan lengan robot, ambil contoh tanah, masukan ke kotak tempat analisa, analisa, kirimkan lagi ke bumi. Rumit sekali kalau aki bayangkan. Belum lagi nyuruh motret, memperbaiki solar panel, dll. Pertanyaan aki berikutnya Adia, para peneliti ingin tahu "apakah di Mars ada bentuk kehidupan" ? Kalau bentuk kehidupan di alam semesta ini universal kejadiannya (ada pembentuk mula jadi protein-oksigen, karbon, hidrogen, dll-) kan belum tentu evolusinya sama. Di planet bumi saja kehidupan dilaut dalam lain. Mikroba yang terdapat 2 km dipermukaan bumi saja sudah lain cara hidup dan strukturnya. Masih banyak yang belum manusia ketahui ! Maka teruslah Adia amati dan belajar, ya ! Aki saja masih banyak yang makin 'nggak tahu dan makin tidak faham. "Ntar Adia yang ngasih tahu aki ya. kangen Aki Foto ketika lengan robot menyekop tanah Mars (sumber web NASA) Adia sayang; Aki ingin membagi dongeng dengan Adia, ya. Senin subuh tgl. 26 Mei 2008, sekitar pkl 03.00 aki terbangun. Biasanya, aki wudhu, terus sholat tahajjud. Eh, malahan nyetel tv dulu dan cari kanal NHK. Rupanya lagi nyiarin final kejuaraan sumo musim panas 2008 ranking ozeki. Ozeki kejuaraan sumo setingkat dibawah yokozuna. Memang selama bulan Mei ini secara kebetulan aki, kalau menjelang subuh nemu siaran NHK yang lagi nyiarin pertandingan sumo. Aki, suka saja lihatnya; walau waktu ke Jpn nggak pernah lihat pertandingan sebenarnya. Aki senangnya, kejuaraan sumo (olah raga asli Jpn yg sudah berumur 2000 tahun dan masih "terhubung" dengan ajaran/agama Shinto), dikemas dengan tradisi lama Jpn. Pakaian pesumonya, wasit, gelanggang, "kembangan" dan ritualnya, dll; sarat dengan tradisi lama. Kecuali penontonya. Walau aki nggak faham bahasa Jpn yg diomongin penyiarnya, ngira-ngira kan boleh ya, Adia.  Aki nonton mulai acara final gulat sumo-nya, sampai pembagian hadiah. Biasanya satu babak gulat sumo, selesai hanya dalam hitungan detik saja ! Nah, akhirnya jawaranya adalah pesumo asal Bulgari. Nama yang di Jpn-ka, Kotooshu. Nama aslinya Kaloyan Stefanov Mahlyanov. Berumur 25 tahun. Tinggi 2 m 02 cm (6' 7''). Pada usia 14 tahun dia juara Eropa untuk gulat gaya Greco-Roman. Pada tahun 2000, diajak oleh Sadogatake untuk menjajaki sumo. Perawakannya, tidak seperti "pesumo-pesumo asli" yg profilnya tinggi besar, gemuk; penuh daging dan otot. Dia lebih langsing, boyish dan ganteng, sering disebut David Beckham di sumo ! Kotooshu adalah orang Eropa pertama yang jadi juara sumo dan orang asing ketujuh di turnamen sumo Jpn ! Mudah-mudahan kalau masih ada umur, aki bisa nonton turnamen sumo bulan Juli 2008 di Nagoya (kalau NHK nyiarin). Pukul 03.55; aki sholat tahajjud dan diteruskan dengan sholat subuh. Gitu, dongeng aki, kali ini Adia. Salam sayang dan kangen untuk baba dan bibu, ya. Aki  Kotooshu di arena sumo 26 Mei, 2008 |  | Adia sayang; Kemarin malam dan malam ini aki kangen sekali sama "kaka" Adia. Selalu terbayang wajah dan tingkah polah kaka Adia. Untuk itu, biarlah aki mendongeng, ya. Aki diminta oleh om Chalid Idham Abdullah (Dr.Ir) dan oma tentunya, untuk ikut membimbing tesis mahasiswa ITB dengan berkunjung kelapangan. Lapangannya terletak di daerah Cihideung, Cikajang, Garut selatan. Kalau 'nggak salah ada tiga orang mahasiswa yang bekerja disana. Bianya dari "hibah penelitian" kerjasama antara ITB dan Aneka Tambang Tbk. Topiknya struktur geologi dan mineralisasi. Daerah yang kita lihat, daerah pemetaannya Muhammad Ubaidillah Behesti (sekarang sdh lulus dan bekerja).
Aki berangkat pake truk-mini Ford dengan disopiri pak Pendi. Yang ikut dengan aki kalau 'nggak salah om Aziz (asistennya oma). Om Chalid dan mahasiswa pake mobil Jip Daihatsu. Ceritanya aki pake sepatu lapangan "timberland". Cuma mau coba kemampuan/kekuatan sepatu aja. Nyatanya, karena sering dipake menyusur sungai. Jebol juga ! Sampai solnya lepas kaya kuda "nyengir" ! Akhirnya aki dipinjami "sepatu kebun", yang semua orang pakai. Ternyata memang lebih ampuh kalau dipakai diair ! Rasanya dulu-dulu aki 'nggak pernah mengalami sepatu sampai "nyengir" kaya gitu.
Yang aki senang sekali (setelah sekian lama cuma jadi "salon geologist"), adalah lingkungan dan suasana lapangan. Sungai-sungainya masih bersih. Masih ada hutan, sawah dan penduduk yang ramah. Makan diwarung seadanya. Kadang kita istirahat dan makan ditempat mahasiswa tinggal selama dilapangan; rumah warga setempat. Biasanya menunya lebih enak dan mewah dari pada di warung.
Setelah selesai meninjau lapangan, kita nginap dan diskusi disalah satu hotel (melati) di Pameungpeuk. Cukup baik tempat dan makanannya.
Ini beberapa foto yang aki rekam selama dilapangan.
Aki yang kangen |
|  | Adia sayang; Aki dongeng lagi, ya. Tentang "rekaman foto" pada acara yang hampir sama dengan apa yg aki posting terdahulu. Kalau dua postingan sebelumnya dalam suasana dan lingkungan yang telah aki kenal. "Rumah" tempat aki kerja. LIPI
Rekaman foto dan penjelasan singkat dalam acara ini, yang seolah-lah merupakan "rumah aki yg lain". Diskusi dalam bidang kompetensi dan profesionalisme yang pernah aki tekuni. Yang hadir, para geologist atau ada kaitannya yang bekerja di berbagai lembaga/institusi. Paling tidak, yang sepantaran tuanya dengan aki atau lebih muda masih kenal aki. Ada bp Adjat Sudradjat (senior aki dan guru besar di UNPAD-Prof. Dr.Ir. MSc), bpk Lambok Hutasoit (kajur geologi ITB-PhD), bpk Udi H (dari Badan Survai Geologi-Prof.Dr), bpk Nana Sulaksana, bpk Aswan Yasin, bpk Djadjang (BSG-Dr), bpk Mas Ace P (DR), bpk Ildrem Syafri (UNPAD-Dr) bpk Febri (UNPAD-Prof.Dr), dan banyak lagi. Maaf ya kalau 'nggak tercatat (maklum sdh tua sih !). Aki mohon ijin pada bpk-bpk yang fotonya terekam dan tercamtum dalam postingan ini. Maklum, Adia, aki kan hanya ingin "membagi" kebahagian yang aki peroleh pada saat bertemu dengan beliau-beliau.
Ada tiga pembicara dalam acara ini. Bpk Awang Harun Satyana dari BP Migas, bpk Lambok Hutasoit dari ITB dan bpk Basuki Hadimoeljono dari Dep PU. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi sampai pkl 01.00 malam ! Hasilnya cukup bagus.
Ini dongeng singkat aki, ya.
Aki |
|  | Adia sayang; Ini juga postingan yang mungkin tidak terkait langsung dengan Adia. Ini barangkali postingan foto dan cerita maunya aki saja, ya. Dari kalangan para senior atau disebut sebagai "sesepuh" ada bpk Fred Hehuwat (beliau sdh pensiun, mantan Dir LGPN LIPI), bpk Ono Kurnaen Sumadiharga (mantan kapuslit P2O), bpk Wenno (dari P2O), bpk Yusuf (dari P2 Metalurgi), bpk Peter E Hehanussa (dari P2 Limnologi), bpk Sapri Hadiwisastra dan bpk Wahyoe Hantoro (dari P2 Geoteknologi). Yang yunior atau masih sebagai pejabat ada bpk Lukman Hakim (wakil kepala LIPI), bpk Hery Haryono (deputi IPK LIPI), ibu Gadis Sri Hartini (kapuslit P2 Limnologi), bpk Suharsono (kapuslit P2 Oseanografi), bpk Iskandar Zulkarnaen (kapuslit P2 Geoteknologi), bpk Eddy Dwi Tjahyono (kapuslit Metalurgi), dan bpk serta ibu kepala-kepala UPT di lingkungan kedeputian IPK LIPI. Ka UPT Pulau Pari ibu Dwi Hindari, ka UPT Lombok bpk Djoko Setyono, ka UPT Ambon bpk Mudjiono, ka UPT Tual bpk Edward, ka UPT Biak bpk Yonas Lourens, ka UPT Bitung bpk Edy Yusron, ka UPT Karangsambung bpk Tri Hartono, ka UPT Jampang bpk Priyo Hartono dan ka UPT Liwa bpk Beladini, ibu Dien Blandina (sekretaris wakil kepala LIPI).
Sebagai pembicara tamu adalah bpk Dr. Fred Hehuwat yang bicara tentang energi, bpk Prof. Dr. Mesak Ratag (dari BMG) yang bicara tentang perubahan iklim dan bph Dr. Heru Santoso (dari CIFOR) yang bicara tentang "adaptasi terhadap berbagai perubahan". Tidak semua bisa aki tampilkan fotonya. Hampir semuanya aki kenal. Acara ditutup dengan malam kesenian menampilan musik oleh anak-anak muda dari Bdg-Jkt yang sering membantu LIPI dalam kegiatan sosialisasi bencana gempa/tsunami di kota-kota di Indonesia.
Aki juga mohon ijin agar dibolehkan menampilkan foto-foto pada acara raker kedeputian IPK LIPI. Mohon maaf bila tidak berkenan dan keberatan; dan postingan ini bisa dibaca/dilihat untuk semua orang. Alasan aki sama seperti postingan no.122; mungkin ada sanak famili yang secara kebetulan melihat/membacanya. Semoga bisa menjadi "obat melepas kangen" ! Nggak ada maksud lain.
Aki |
|  | Adia sayang; Mungkin kelak Adia akan tanya, kenapa aki postingkan foto-foto ini ? Ya, Adia, ini hanya keinginan aki saja untuk menampilkan mereka para senior (panitia menyebut sebagai sesepuh LIPI, termasuk aki). Mantan ketua. wakil ketua, sestama dan deputi. Para yunior (yg usianya lebih muda dari aki) yang masih menjabat sebagai kepala, wakil kepala, sestama, deputi, kepala puslit, kepala biro, kepala upt, dan pejabat lainnya. Aki ingin agar semua ini menjadi dokumen kenangan. Aki juga ingin minta ijin beliau-beliau yag terekam fotonya bisa berlapang dada dengan pemuatan foto-fotonya, dan bila terlupa atau salah menuliskan nama; mohon maaf sebesar-besarnya. Aki juga mempostingkan foto-foto ini untuk bisa dilihat oleh semua orang. Alasan aki sederhana saja. Mungkin yang melihat/membaca postingan ini ada putra/putrinya, atau cucunya atau mungkin sanak familinya akan "merasa senang" melihatnya (semoga !). Tapi seandainya ada yang tidak/kurang berkenan dimuat fotonya, akipun bersedia untuk "mencabut kembali".
Adia sayang; Aki tidak akan cerita tentang kegiatan dan hasil resmi raker LIPI. Ini sudah tercatat dalam dokumen resmi. Tetapi "para sesepuh LIPI" yang diundang, pasti memberikan masukan.
Aki |
|  | Adia sayang; Ini sekedar dongeng singkat dan beberapa jepretan poto saat aki kembali melihat formasi batuan lava (pillow lava) di daerah pesisir Citirem dan Cikadal yang termasuk kawasan Ujung Genteng-Ciletuh dan sepanjang S. Cikaso, kawasan Jampang Kulon. Saat itu aki ditemani Dr. Ir. Ade Kadarusman (ahli batuan metamorfisme suhu dan tekanan tinggi) dan Ramino "driver" dari Puslit Geoteknologi LIPI.
Mungkin kunjungan aki kedaerah ini yang paling anyar sejak kunjungan yang pertama sekitar tahun 1960-an (jaman mahasiswa) dan kemudian untuk penelitian geologi daerah akresi sejak tahun 1970-an, 1980-an dan 1990-an. Mengunjungi kawasan ini, seperti nostalgia dan memutar kembali ingatan dan kenangan lama. Jalan yang dilalui, warung tempat kita berhenti makan, sungai yang diseberangi dan disusuri, pesisir pantai yang dijalani, vegetasi hutan dan semak dataran pantai yang dijelajahi, dll., semua telah berubah. Hanya asinnya air laut, gemuruhnya ombak, birunya langit, cemerlangnya matahari, pekatnya malam, yang masih sama. Masih bisa dirasakan dan dilihat.
Kawasan Citirem-Ciletuh termasuk Suaka Margasatwa Cikepuh. Suatu cagar konservasi yang harus kita jaga. Sesuatu dulu yang terjaga baik, kenapa makin menurun ? Dulu aki masih bisa menikmati kerimbunan hutan dataran pantai yang rimbun dengan pohon-pohon kayu yang besar. Kini hanya tinggal kenangan. Sisa-sisa penjarahan era tahun 1998 ! Hanya panas yang menyengat yang menemani aki sepanjang perjalanan melintas "Suaka Margasatwa Cikepuh" ! Sapi piaraan bisa masuk hutan suaka. Zona penyangga banyak ditanami dan dihuni. Ah, ................
Aki |
|  | Adia sayang; Ini rekaman foto yang aki ambil pada saat ruwatan Kebun Raya Eka Karya, Candikuning, Bedugul, Bali; pada tanggal 13-15 April 2004. Pada saat itu, fungsi aki bukan lagi sebagai pejabat struktural di LIPI, tetapi kembali ke habitat asli sebagai pejabat fungsional peneliti. Aki terharu sekali atas undangan dan sambutan mereka terhadap aki, tetap dan tidak ada perubahan. Ruwatan diadakan (menurut yang tahu), karena selama ini belum ada "upacara ruwatan besar" diadakan di kebun raya ini. Paling tidak ihtiar untuk "membersihkan" lingkungan kebun raya, menjauhkan dari hal-hal yang kurang baik, dll. Yang aki kagumi, seluruh warga kebun raya ikut aktif mulai dari persiapan sampai upacara ruwatan diadakan. Mulai dari penyiapan makanan, bermacam jenis "sesajen", penabuh gamelan, penari topeng dilakukan oleh segenap warga kebun raya. Kecuali hal-hal yang menyangkut ritual keagamaan dipimpin oleh pemuka agama Hindu Bali. Ada juga yang hadir dari perwakilan kebun raya dari Bogor, Cibodas dan Purwodadi. Aki merasakan ada kebersamaan yang sangat erat di lingkungan kebun raya, khususnya kebun raya Eka Karya, Bali. Semoga hal ini juga menular untuk seluruh warga LIPI, dan seluruh warga bangsa negara Indonesia yang kita cintai. Amin.
Aki |
|  | Adia sayang; Ini "dongpot" aki pada acara Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional yang diselenggarakan oleh LIPI pada tanggal 28-29 Juni 2003 di Malino, Sulawesi Selatan. Ini dongpot aki yang ketinggalan di perioda tahun 2003. Maaf ya, Adia. Malino, sekitar 70 km sebelah selatan dari Ujung Pandang, adalah kota "lama" yang terkenal dalam catatan sejarah Indonesia; antara lain "Deklarasi Malino" (1 dan 2, 2006, dll). Terkenal juga sebagi kota yang nyaman dan indah, penghasil sayuran, tanaman hias, perkebunan, sutra, kerajinan perak, dll.
Aki baru pertama kali ini mengikuti PIRN LIPI. Aki berangkat bersama penyelenggara PIRN LIPI dari Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan Iptek yang didampingi nara sumber dari Kedeputian Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI, Dr. Dewi Fortuna Anwar. Memang temanya PIRN kali ini lebih bersifat "sosialisasi" bidang ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan ke kalangan remaja. Sehabis acara formal, aki berangkat kedaerah/wilayah wisata alam Air Terjun Takalapa (?). Jalanannya sempit, curam, berbelok-belok tetapi pemandangannya sangat mempesona dan mengagumkan ! Tebingnya, terjal, tinggi, terdiri dari batuan basalt/andesit dengan struktur retakan kolumnar. Tebingnya, mungkin merupakan "fault scarp". Rasanya aki, ingin menjamah, dan merayapi dinding-dingding yang menantang ini. Diluar maupun disekitar air terjun ! Ah, biar saja kelak Adia yang melaksanakan cita-cita aki, ya. Aki sudah tua sih ! Semangat nggak didukung stamina. Aki juga jalan-jalan ke pasar tradisional di Malino, tempat makan, dll. Malino salah satu obyek yang aki rekomendasikan untuk Adia kunjungi.
Aki |
|  | Adia sayang; Ini rekaman poto dan sedikit dongeng aki pada acara pertemuan ke-4 Science Council of Asia di Seoul, Korea. Yang hadir dari Indonesia, a,l.; Prof. Dr. Satryo Sumantri Brodjonegoro, ibu Sylvia Ratnawati MSc, Prof. Dr.Ir. Emmy Relawati dari Diknas, Prof. Dr. Lukman Hakim, MSc, Ir. Achmad Jauhar Arief MSc, ibu Syamsiah Ahmad MA dan aki dari LIPI. Ini adalah keikutsertaan aki yang terakhir pada pertemuan tahunan SCA. Pada saat itu diserahkan jabatan President SCA dari Prof. Dr. Ho Wang Lee dari Korea ke Mr. Thach Can dari Vietnam yang akan menjadi tuan rumah ke-5 konperensi SCA tahun 2005. Pertemuan diselenggarakan di Westin Chosun Hotel, Seoul, Korea. Kita menginap di hotel President tidak begitu jauh dari hotel Westin Chosun. Salah satu pembicara kunci yang dihadirkan adalah ilmuwan terkemuka dari Jepang, pemenang hadiah Nobel, Prof. Dr. Ryoji Noyori, dari RIKEN, Jepang, dengan topik "Asymmetric Catalysis: Science and Opportunities".
Seperti biasa aki perlihatkan poto acara-acara resmi, santap malam bersama, malam kesenian dan saat mau pulang di airport Seoul, Korea. Acara lain, kita jalan lihat pasar di Korea, toko-toko, cari makan, dll.
Mudah-mudahan Adia bisa belajar sesuatu.
Aki |
|  | Adia sayang; Ini dongpot (dongeng + poto), ketika aki mengunjungi hulu sungai Citarum yang berupa danau pada musim kemarau, bulan Agustus 2003. Aki ditemani peneliti dari Puslit Geoteknologi LIPI, Dr. Ir. Rachman Djuwansah dan teknisi merangkap jurumudi Nandang. Saat sampai di kawasan danau hulu Citarum, kondisi jalan dan sekitar danau berdebu halus warna coklat kemerahan. Bukit sekitar danau, vegetasinya agak jarang, boleh dikatakan agak gundul dan tidak mendukung keberlanjutan danau. Pedangkalan didanaunya sendiri sangat meprihatinkan. Sebagian pohon-pohon besar ada yang mati, 'ntah sengaja atau tidak. Aki melihat mata air yang mengalir kedanau hulu Citarum, mungkin sekitar 7 mata air. Tapi sampai kapan mata air ini terpelihara kehidupannya ? Padahal sungai Citarum yang merupakan salah satu sungai terpanjang, terbesar di tatar Sunda telah sejak lama menghidupi warga masyarakat dan melahirkan budaya Sunda. Aki juga lihat "kuburan tua" yang nampak bekas-bekas sesajen disekitarnya. Akankah semua ini kelak hanya menjadi kenangan ? Walahuallam. Kawasan ini sekarang menjadi "Wana Wisata Hulu Sungai Citarum". Wananya sudah hilang pesona dan auranya. Aki lihat anak-anak sekolah bermain dan bergembira di kawasan ini. Hanya ema dan bapa "penunggu/penjaga" hutan wisata yang masih tetap setia menjaga. Ah, ........... kapan hulu sungai Citarum menjadi "leuweung geledegan" lagi ? Mungkinkah ?
Aki |
|  | Adia sayang; Aki mau dongeng dan tentu saja pake poto, tentang saat pelepasan purnabakti tiga guru besar geologi ITB di kampus geologi lapangan Karangsambung, Jawa Tengah. Beliau-beliau adalah Prof. Sukendar Asikin ahli geologi struktur, Prof. Rubini Soeria-Atmadja ahli petrologi batuan beku dan Prof, Sujono Martodjojo ahli stratigrafi. Merekalah guru-guru aki, di sekolah maupun diluar sekolah. Merekalah yang mewarnai hidup dan kehidupan aki. Jadi sepantasnyalah aki mengabadikan dalam catatan ini.
Banyak sekali yang hadir. Mulai yang sangat senior seperti pak Katili, pak Johanas, pak Beni Wahyu, pak MT Zen, pak Harsono, pak Sampurno, pak Ong Han Ling, pak Koesoemadinata, pak Partanto, pak Bintal Jemur, dll. Sebagian datang dengan nyonya. Kemudian angkatan senior yang lebih muda seperti pak Atik Suardy, dkk; angkatan yang sepantaran aki, seperti Amar Rachmat, Basuki Puspo, Zainal Achmad, dkk; angkatan yang lebih muda dari aki, Emmy, Etty, dkk; angkatan berikutnya seperti Indroyono Soesilo, Hilmi Panigoro, Tony, Soni, dkk. Hampir semua angkatan IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) terwakili. Mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi lulusan dalam maupun luar negeri dan bekerja diberbagai institusi pemerintah maupun swasta. Nampaknya seperti pertemuan warga IAGI dan lulusan "pesantren" kampus lapangan geologi Karangsambung, Kebumen, Jawa Tengah. Banyak yang aki sudah lupa, ataupun tidak kenal (angkatan generasi yang lebih muda). Mohon maaf, ya. Aki senang bisa berjumpa dengan mereka.
Inilah catatan singkat aki.
Aki |
|  | Adia sayang; Ini seri foto waktu Indonesia kebagian menjadi tuan rumah Konferensi Science Council of Asia yang ke-3. Tidak ada peraturan yang mengharuskan konferensi harus diadakan di ibu kota negara penyelenggara. Jadi kita sepakat diselenggarakan di Den Pasar, Bali. Kan ibu kota juga. Propinsi Bali ! Panitia penyelenggara dari LIPI dan Direktorat Jendral Dikti. Panitia menyelenggarakan tur ke Bali Camp (pusat "pendidikan/pelatihan" IT) dan ke Kebun Raya Eka Karya, di Candi Kuning, Bedugul. Dua kali acara kesenian diadakan. Satu kali kesenian kecapi suling Sunda bersamaan dengan tarian Bali. Yang kedua petikan sendratari Ramayana. Peserta asing dan Indonesia sangat menikmati malam kesenian itu. Mereka bilang, magnificent ! wanderful ! exotic ! Padahal saat itu di Indonesia lagi mewabah SARS !
Saat itu kita ketemu dengan rekan-rekan academician/research/birokrat dari negara-negara Asia maupun dari Indonesia. Seperti pak Hatta Rajasa (men Ristek), pak Umar Anggara Jenie (ka LIPI), pak Tommy (ka BATAN)-nama lengkapnya aki lupa-, pak Mahdi Kartasasmita (ka LAPAN), pak Satrio Sumantri Brodjonegoro (Dir Jen Dikti). Waaaah,........... banyak lah. Aki memposting kejadian serta foto-fotonya sebagai bagian dari dokumentasi saja.
Aki |
|  | Adia sayang; Ini beberapa foto pada saat aki bersama rekan-rekan dari LIPI meninjau kegiatan "program iptekda" LIPI di Lombok. Yang pertama kegiatan budidaya kerang mutiara oleh rekan-rekan dari unit pelaksana teknis budidaya laut Pusat Penelitian Oseanografi LIPI. Dikerjakan oleh staf peneliti dan teknisi "pindahan sementara" dari Balai Sumberdaya Laut Pusat Penelitian Oseanografi di Ambon. Selain itu aki juga "memeriksa/mengawasi" (ini tugas aki waktu di LIPI) bangunan baru untuk lab dan perkantoran upt sumberdaya laut di Lombok. Tanah untuk rencana perluasan pembangunan upt sumberdaya laut sudah dibeli dan dibebaskan secara resmi, tinggal pelaksanaan pembangunan fisiknya saja. Barangkali sekarang sudah jadi, kan aki sudah hampir 5 th tidak melihatnya. Yang kedua program peningkatan kualitas sapi pedaging. Secara fisik, ngobrol dengan staf dan pelaksana iptekda (masyarakat setempat) pelaksanaannya cukup baik.
Habis itu, kita sedikit keliling Lombok sambil mencari duren dan langsat yang masih ada. Durennya, legit enak sekali, ........... Adia suka duren ? 'Ntar nyoba ya, banyak sekali jenis duren di Indonesia. Kalo bisa nyobain semuanya, ya.
Aki
|
| |